Zonalabour.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BAKRI menunjukkan komitmennya dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan memfasilitasi kepulangan seorang PMI asal Bekasi berinisial KI (37), diduga mengalami cedera saat bekerja di Arab Saudi. Kamis (25/06/2026)
KI dilaporkan mengalami patah tulang ekor akibat kecelakaan kerja yang menimbulkan rasa sakit hebat sehingga tulang punggung alami bengkok. Saat insiden terjadi, korban diketahui baru menjalani masa kerja sekitar dua bulan di negara penempatan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, DPN BAKRI bergerak cepat melalui koordinasi intensif dan pendampingan menyeluruh. Dalam waktu relatif singkat, sekitar satu pekan, proses pemulangan KI ke Tanah Air berhasil direalisasikan.
KI tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 16 Juni 2026 dan langsung mendapatkan penanganan lanjutan.
Bendahara Umum DPN BAKRI, AA Saripudin, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan proses pemulangan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen organisasi BAKRI dalam memberikan perlindungan nyata kepada PMI, khususnya mereka yang mengalami persoalan serius di luar negeri.
“Alhamdulillah, kami bersyukur proses pemulangan berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Sejak menerima laporan terkait kondisi korban, tim kami langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas pihak, baik dengan jaringan internal maupun pihak terkait di negara penempatan. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan kami untuk memastikan setiap PMI yang mengalami kesulitan dapat segera mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak,” ujar AA Saripudin.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses tersebut, tim Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan, mulai dari penanganan kasus di lapangan hingga pengurusan kepulangan.
“Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengapresiasi peran seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran pimpinan, pembina, penasehat, hingga seluruh tim DPN BAKRI di berbagai daerah yang telah memberikan dukungan penuh. Sinergi inilah yang membuat proses pemulangan dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat,” tambahnya.
Lebih lanjut, AA Saripudin menegaskan bahwa DPN BAKRI akan terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada PMI yang membutuhkan.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem advokasi dan pendampingan bagi PMI, agar ke depan setiap persoalan yang dihadapi dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kami juga mengimbau kepada para PMI di luar negeri agar tidak ragu melapor apabila menghadapi kesulitan, sehingga dapat segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Setibanya di Tanah Air, KI mengaku merasa bahagia dan bersyukur dapat kembali ke Indonesia setelah mengalami masa sulit selama bekerja di luar negeri. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kepulangannya.
Langkah sigap DPN BAKRI ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan bagi PMI yang menghadapi persoalan di luar negeri. Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi dan berbagai pihak dalam memastikan keselamatan serta kesejahteraan pekerja migran Indonesia. (Syz)


