Zonalabour.com, Sukabumi – Sebanyak 1.156 perwira Polri resmi dilantik sebagai lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun Anggaran 2025. Mereka terdiri dari 1.099 polisi laki-laki (polki) dan 57 polisi wanita (polwan).
Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
Dalam amanatnya, Wakapolri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kenaikan pangkat, melainkan titik awal perubahan nyata di tubuh Polri.
“Hari ini bukan hanya pelantikan pangkat, tetapi titik awal perubahan. Masyarakat menunggu aksi, bukan janji. Tunjukkan di lapangan bahwa kehadiran kalian membawa perbaikan nyata bagi wajah Polri,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Selama empat bulan pendidikan di Sekolah Inspektur Polisi, para peserta dibekali kompetensi kepemimpinan dan keterampilan teknis kepolisian. Namun, menurut Wakapolri, ujian sesungguhnya dimulai di lapangan saat mereka kembali bertugas di satuan masing-masing.
“Sekarang kalian bukan lagi pelaksana, tetapi pengendali di lapangan. Bimbing anggota, jaga standar pelayanan, dan pastikan kebijakan pimpinan diterjemahkan menjadi tindakan. Jangan biarkan teori berhenti di ruang kelas,” ujarnya.
Wakapolri juga menekankan bahwa keberhasilan perwira Polri tidak diukur dari penghargaan atau laporan, melainkan dari dampak positif yang dirasakan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pelaksanaan program Quick Wins Akselerasi Transformasi dan penerapan panduan perilaku Do’s and Don’ts secara nyata dalam pelayanan publik.
“Quick Wins bukan di atas kertas. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, dilayani dengan hormat, dan percaya bahwa polisi bekerja untuk mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakapolri menyoroti optimalisasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan fungsi PAMAPTA (Patroli dan Pengamanan Tempat) sebagai garda terdepan citra Polri. Sebagian besar lulusan SIP akan ditempatkan di kedua fungsi tersebut untuk memperkuat pola pelayanan yang cepat, tanggap, dan humanis.
“Mulai dari SPKT dan PAMAPTA, ubah cara kerja, ubah cara melayani. Datangi masyarakat lebih dulu, tanggapi cepat laporan, dan pastikan setiap warga merasakan kehadiran Polri yang manusiawi,” tegasnya.
Selain pelayanan publik, Polri juga memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana dan kejahatan nasional. Dalam sebulan terakhir, tercatat 228 kejadian bencana di berbagai daerah dengan kerugian mencapai Rp129 miliar. Wakapolri menegaskan Polri harus selalu hadir di garis depan membantu masyarakat, sekaligus fokus pada tiga prioritas nasional: pemberantasan narkoba, penindakan penyelundupan, dan perang terhadap judi online.
“Tiga hal ini tidak bisa ditunda. Tindakan tegas dan akuntabel harus segera dilakukan. Jangan tunggu perintah — inisiatif adalah bentuk pengabdian,” katanya.
Menghadapi era digital, Wakapolri mengingatkan agar seluruh perwira bijak menggunakan media sosial dan menjaga citra institusi.
“Reputasi Polri tidak hanya dibangun di kantor, tetapi juga di ruang digital. Gunakan media sosial untuk menebar kepercayaan, bukan kontroversi,” pesannya.
Menutup arahannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal pengabdian baru bagi para perwira Polri.
“Masyarakat tidak butuh polisi yang sempurna, tapi polisi yang hadir, peduli, dan dapat diandalkan. Ciptakan momentum dari lapangan, bukan tunggu kesempatan. Kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan tindakan yang konsisten dan humanis,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, kehadiran 1.156 perwira baru lulusan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan ke-54 Gelombang II diharapkan menjadi motor penggerak perubahan Polri menuju institusi yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat. (Rd21)






Tinggalkan Balasan