Zonalabour.com, Padang – Bantuan logistik dari Markas Besar Polri untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat resmi tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (29/11/2025) pukul 10.21 WIB. Kedatangan bantuan ini menjadi bagian dari percepatan penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar sejak beberapa hari terakhir.
Bantuan tersebut diserahkan kepada jajaran Polda Sumbar di Hangar BIM dan diterima langsung oleh Kepala Biro Logistik Polda Sumbar, Direktur Polisi Perairan Polda Sumbar, serta Kabid Humas Polda Sumbar. Seluruh logistik kemudian dibawa menuju Polda Sumbar untuk pendataan, pengecekan, dan konsolidasi sebelum didistribusikan.
Total bantuan logistik yang diterima untuk wilayah Padang mencapai 2.507,5 kilogram, terdiri dari berbagai kebutuhan mendesak bagi para pengungsi banjir dan longsor.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri bergerak cepat memastikan seluruh bantuan dari Mabes Polri tersalurkan dengan efektif.
“Begitu bantuan tiba, seluruh rangkaian pengecekan dan konsolidasi langsung dilakukan agar distribusi berjalan optimal. Polri berkomitmen memastikan bantuan ini segera diterima masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya di Padang.
Menurutnya, proses pemetaan kebutuhan lapangan dilakukan secara berkala berdasarkan laporan jajaran Polres dan data terbaru kondisi wilayah terdampak.
Distribusi bantuan logistik akan difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir dan longsor. Beberapa daerah yang masuk prioritas utama, yaitu, Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang.
Daerah-daerah tersebut mengalami kerusakan signifikan, mobilitas yang terhambat, serta jumlah pengungsi yang meningkat.
Selain wilayah prioritas utama, Polri juga menyiapkan penyaluran logistik untuk daerah terdampak menengah, antara lain, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman.
Brigjen Trunoyudo menekankan bahwa kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil tetap menjadi perhatian utama Polri dalam proses distribusi.
Polri menyampaikan bahwa pemantauan kondisi bencana dilakukan secara berkelanjutan. Mekanisme distribusi akan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan meringankan beban warga terdampak,” tutup Brigjen Trunoyudo. (Sy)






Tinggalkan Balasan