Zonalabour.com, Jakarta – Secara umum, jamaah tabligh memang dikenal sebagai gerakan dakwah yang apolitis — mereka fokus pada pembinaan iman, ibadah, akhlak, dan syiar Islam secara damai, bukan pada urusan politik praktis. Itu sebabnya, mereka jarang sekali (bahkan cenderung menolak) terlibat dalam aksi demonstrasi, advokasi, atau kegiatan politik.
Apakah bisa dimanfaatkan untuk meredam demo?
Keunggulan jamaah tabligh basis massa mereka cukup luas di berbagai daerah, terutama kalangan masyarakat kelas menengah bawah.
Metode dakwah mereka menekankan kelembutan, kesabaran, dan perbaikan individu/masyarakat.
Mereka sering berinteraksi dengan masyarakat akar rumput, sehingga punya kedekatan emosional.
Keterbatasan karena prinsip apolitik, jamaah tabligh tidak mudah diarahkan untuk kepentingan negara atau politik praktis. Jika mereka dipaksa “ditarik” untuk kepentingan redam demo politik, bisa menimbulkan resistensi baik di internal jamaah maupun dari publik (karena akan dianggap “ditunggangi”).
Fokus utama mereka adalah mengajak orang shalat berjamaah, zikir, dan hidup sederhana sesuai sunnah—bukan memberi solusi langsung terhadap masalah ekonomi, hukum, atau kebijakan yang biasanya jadi pemicu demo.
Peran yang realistis
Jamaah tabligh bisa ikut mendinginkan suasana masyarakat secara tidak langsung, misalnya:
Mengingatkan umat agar menjaga ketertiban, menghindari kekerasan, dan tetap berakhlak mulia meski sedang marah pada situasi dan kondisi.
Membantu meredakan tensi di tingkat akar rumput melalui dakwah tentang kesabaran, ukhuwah, dan doa.
Mengisi ruang-ruang spiritual agar sebagian masyarakat tidak terprovokasi aksi anarkis.
Namun, untuk pencegahan demo skala besar, yang biasanya dipicu faktor ekonomi, ketidakadilan, atau kebijakan politik, jamaah tabligh bukan aktor yang efektif. Peran utama tetap ada pada:
– Pemerintah → kebijakan responsif, transparansi, akuntabilitas.
– DPR → koreksi diri (misal soal tunjangan yang memicu protes).
– Tokoh agama & ormas → memberi seruan moral dan jalur dialog.
– Aparat → mengendalikan keamanan secara proporsional.
Jadi singkatnya: jamaah tabligh bisa jadi penyejuk di masyarakat, tapi tidak tepat jika dijadikan alat langsung untuk meredam demonstrasi politik, karena itu di luar misi mereka dan bisa merusak kepercayaan pada dakwah tabligh sendiri. Wallahu a’lam.
Penulis: Saeed Kamyabi






Tinggalkan Balasan