Abdul Kadir Karding Gaungkan Pesan “MASSEDI” untuk KKSS di Bengkulu  Oleh Saeed Kamyabi 

Zonalabour.com, Bengkulu – Sore itu, Aula Balairaya Semarak dipenuhi tawa, sapaan hangat, dan aroma persaudaraan. Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Poltekkes dan alumni Undip, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding meluangkan waktu untuk satu agenda yang disebutnya “tidak kalah penting” — berkumpul bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bengkulu.

Tak sekadar temu kangen, Menteri Karding mengundang seluruh tokoh Bugis di Bengkulu. Hadir di antaranya Ketua KKSS H. Lapulangi, Wakil Ketua H. Masse, serta tokoh Bugis H. Nurding dan H. Syamsuding. Suasana semakin istimewa karena Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Sekda Herwan Antoni, dan Kapolda Irjen Pol. Mardiyono turut hadir. (29/07/2025)

Dalam sambutannya, Menteri Karding menyampaikan pesan penting tentang persatuan Bugis di perantauan

“Kita ini orang Bugis harus masseddi — bersatu. Narekko de masseddi de nakkeguna. Tanpa persatuan tidak ada gunanya. Kita harus masseddi untuk sipatuo sipatokkong, saling menghidupkan dan membangkitkan.”

Tepuk tangan meriah membahana di aula. Beliau kemudian menegaskan bahwa peluang orang Bugis di panggung nasional sangat besar. “Ketua KKSS nasional adalah Menteri Amran, Sekjennya saya sendiri. Di kabinet Pak Prabowo, ada tujuh menteri Bugis, wakil menteri lebih banyak lagi, gubernur dan bupati Bugis ada di seluruh Indonesia. Ini kesempatan untuk menunjukkan profesionalisme dalam mengurus negara,” ujarnya.

Untuk mencairkan suasana, Menteri Karding menggelar lomba Maddomeng (domino) berhadiah total Rp5 juta. Suasana riuh penuh kegembiraan menutup acara yang sederhana namun bermakna ini.

Kehadiran Menteri Karding menegaskan bahwa KKSS bukan sekadar paguyuban, tetapi rumah besar orang Bugis di perantauan, yang kuat karena persatuan dan bermanfaat bagi bangsa. Pesan “masseddi” malam itu menggema, bukan hanya di Balairaya Semarak, tetapi di hati setiap orang yang hadir.

Turut mendampingi Menteri, Sekjen Irjen Pol. Dwiyono, Dirjen Pemberdayaan Muh. Fachri, dan tim dari Jakarta.

Penulis: Saeed Kamyabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts