Zonalabour.com, Lampung – Karena memimpin perlu lebih dari sekadar jabatan—perlu arah yang jelas, penguasaan diri, komunikasi yang sehat, dan kekuatan moral-spiritual. (09/07/2025)
Tanpa pelatihan, Pak RT, Pak RW, Pak Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Presiden, dan para pemimpin apapun bisa bingung, emosional, dan kehilangan kepercayaan tim. Dengan pelatihan, pemimpin jadi lebih jernih, tegas, adil, dan menginspirasi.
> “Pemimpin berubah, maka umat pun ikut terangkat derajatnya.”
Berikut ini ringkasan Materi Leadership MQG Training
1. Self Mastery Leadership
“Pemimpin Hebat Dimulai dari Menguasai Diri Sendiri”
Banyak pemimpin tersesat bukan karena kurang ilmu, tetapi karena tidak kenal siapa dirinya sebenarnya. Dalam materi ini, peserta diajak untuk:
* Mengenali nilai-nilai pribadi yang paling dalam
* Menggali motivasi intrinsik dan spiritual
* Mengelola ego, amarah, dan ketidaksabaran
* Membangun pondasi kepemimpinan berbasis kesadaran diri (self-awareness)
🔹 Tujuan: Membentuk pemimpin yang tenang, jernih dalam mengambil keputusan, dan mampu menjadi teladan karena tahu arah hidup dan batas dirinya.
2. Leading with Clarity
“Ketegasan Arah, Kejelasan Tujuan, dan Kekuatan Komunikasi”
Kepemimpinan bukan soal pintar bicara, tapi mampu mengarahkan tim secara jelas dan konsisten. Materi ini membekali peserta untuk:
* Menyusun dan menyampaikan visi yang dapat dimengerti dan dipegang bersama
* Menetapkan prioritas dan peta jalan (roadmap) organisasi
* Mengelola komunikasi dua arah yang transparan dan membangun kepercayaan
* Melatih gaya komunikasi pemimpin: tegas tapi empatik, jelas tapi tidak kaku
🔹 Tujuan: Membentuk pemimpin yang bisa dijadikan pegangan oleh tim dan rakyatnya, bukan pemimpin yang bikin bingung.
3. Emotional & Ethical Intelligence in Leadership
“Berani Tegas, Tapi Tetap Manusiawi dan Adil”
Pemimpin hebat bukan yang paling keras, tapi yang paling mampu menjaga akhlak dalam kuasa. Materi ini mengembangkan:
* Kecerdasan emosi: memahami dan mengelola emosi diri dan orang lain
* Kecerdasan etika: menimbang keputusan berdasarkan moral, bukan hanya manfaat sesaat
* Empati dalam kepemimpinan: mendengar, mengayomi, dan menginspirasi
* Menangani konflik dengan pendekatan humanistik dan strategis
🔹 Tujuan: Membentuk pemimpin yang tidak hanya ditakuti, tapi dicintai karena adil, berakhlak, dan bisa dipercaya.
4. Spiritual Strategic Leadership
“Kepemimpinan yang Menyentuh Langit tapi Sekaligus Membumi’
Ini adalah mahkota dari seluruh pelatihan—karena pemimpin sejati bukan hanya mengatur orang, tetapi terhubung dengan Tuhannya dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Dalam sesi ini peserta akan:
* Menyadari hakikat amanah kepemimpinan sebagai ladang ibadah
* Menyatukan spiritualitas dan strategi dalam setiap kebijakan
* Mengambil inspirasi dari kisah para nabi dan pemimpin besar dunia
* Melatih “jihad kepemimpinan”: memimpin dengan niat yang lurus, hati yang bersih, dan tindakan yang terarah
🔹 Tujuan: Membentuk pemimpin yang rendah hati, bijak, dan kuat mentalnya karena menyandarkan diri kepada Tuhan, bukan hanya kepada sistem.
Kesimpulan: Kepemimpinan yang Utuh
Keempat materi ini terintegrasi dan saling melengkapi. MQG Training merancangnya agar tidak hanya melahirkan pemimpin yang berwawasan luas, tetapi juga berjiwa besar, bermoral tinggi, dan bermental sehat.
“Karena perubahan organisasi yang sejati, hanya bisa dimulai dari perubahan pemimpinnya.”
Hajimena Lampung, 6 Juli 2025
Saeed Kamyabi
Founder MQG Training






Tinggalkan Balasan