by

Ditjen IKP Kemkominfo Dan DPR RI Aadakan Webinar Forum Diskusi Publik”Membangun Politik Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital”

Loading...

 

 

ZONALABOUR.COM- Ditjen IKP Kemkominfo Bersama DPR RI menggelar webinar dengan mengambil Tema: ”Membangun Politik Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital”
Melalui Zoom Cloud Meeting dan di siarkan langsung melalui YouTube Ditjen IKP Kominfo, Senin/23 Agustus 2021.

Bersama narasumber : H. Teuku Riefky Harsya, MT. Selaku anggota Komisi I DPR RI dan Teuku Syahwal,M.Pd ,CHt selaku dosen Unigha Sigli.

Di awali keynote speaker oleh Usman Kansong, S.Sos,M.Si selaku Dirjen Komunikasi Publik Kementrian Kominfo, beliau katakan, “Penggunaan medsos bisa di akses oleh siapa saja, kemajuan teknologi digital harus disikapi dengan bijak.

Demograsi digital dimanfaatkan sebagai pemanfaaan teknologi digital, peran media sebagai alat marketing dan politik.

Kewajiban kaum Milenial sebagai garda terdepan untuk pemanfaatan teknologi digital.

Kementrian Kominfo harus lebih proaktif untuk masyarakat agar masyarakat bisa menerima akses internet yang baik.

Ditjen IKP Kominfo mempunyai tugas yakni menghindari berita hoak yang di sebar. Jadi kita harus saring sebelum sharing. Tutupnya.

Lebih lanjut narasumber,Teuku Riefky mengatakan,”Generasi milenial mempunyai keunikan di antara nya apatis terhadap politik, cuek terhadap politik ini karena kaum Milenial tidak mau ikut bergabung dalam politik.

Bangsa ini lahir dari generasi muda, oleh karena nya saya mengajak kepada kaum muda untuk melek politik melalui politik digital.

Jangan pernah lelah untuk membangun NKRI, karena muda adalah kekuatan, bangun lah NKRI wahai pemuda. Tutupnya.

Teuku Syahwal narasumber terakhir mengatakan, “Internet telah mengubah wajah politik menjadi politik digital.

Penanaman nationalism dalam dunia digital menjadi tantangan besar, generasi muda di Indonesia yang besar menjadi potensi yang baik. Indonesia negara majemuk, multikultural demokratis.

Dampak rendah nya pemahaman atas nilai pancasila dan bhineka tunggal ika,demokrasi tidak berarti bisa bicara semaunya, tidak mampu memahami Batasan kebebasan berekspresi dengan perlindungan siber, pencemaran nama baik di ruang digital.

Pemuda sebagai penerus bangsa di era digital, sebagai ujung tombak pembangunan bangsa, sebagai agen pendidik, agen perubahan, agen pembangunan dan agen pembaruan harus memberikan inovasi , kreasi.

Kolaborasi aktif dalam komunikasi digital yang berlandaskan nilai pancasila dan bhineka tunggal ika.

(AW)

Comment

News Feed