by

Ditjen IKP Kemkominfo RI Bersama DPR RI Gelar Webinar Forum Diskusi Publik

Zonalabour.com, Jakarta – Dengan mengambil tema :”Politik Digital, Pendidikan Politik dan Partisipasi Politik Bagi Generasi Muda,”Ditjen IKP Kemkominfo RI dan DPR RI menggelar Webinar Forum Diskusi Publik via Zoom Cloud Meeting serta di siarkan live streaming youtube SwaraSenayan https://youtu.be/oLqseQfjd7Q.

Sabtu, 17 April 2021
Menghadirkan keynote Speech Hillary Brigitta Lasut, SH., LL.M. selaku anggota Komisi I DPR RI
Dan narasumber Hasanuddin Ali selaku Founder And CEO Alvara Research, Yuliandre Darwis, Ph.D selaku Komisioner KPI Pusat dan Alib Murniman selaku Tokoh Pemuda Kepri.

Dalam keynote speech nya Hillary mengatakan bahwa sebenarnya keterbukaan media sosial membuka peluang ke semua orang untuk mengakses onformasi digital, hampir semuanya beralih ke digital.

Politik digital memang sangat berpengaruh di era saat ini , di mana mana penggunaan media sosial bukan hanya untuk sebagai marketing saja tapi digunakan untuk politik juga.

Dengan keterbukaan informasi politisi dapat dengan mudah mengakses informasi.
Politik melalui media sosial masyarakat dapat mengenal siapa calon pemimpin nya. Ini pengalaman waktu saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI, saya gunakan media sosial sebagai alat kampanye.

Berdasarkan data survey yang di kutip dari CNN Indonesia kelompok pemilih pemula (muda) pada usia 17- 34 tahun berjumlah 34,4 % ,dan prediksi KPU 74 %.dan ini kesempatan untuk anak anak muda untuk masuk politik.
Dan saya mengajak kepada kaum muda , mari masuk parpol, ini sudah saya lakukan di Sulawesi Utara, saya adakan Liga Mahasiswa melalui pelatihan politik digital.

Dunia politik saat ini sangat berbeda,parpol parpol sudah berbasis digital, kita gunakan platform digital.

Jadi sebagai kaum muda kita harus melek digital, tutup Hillary dalam keynote speech nya.
Hasanuddin Ali selaku Founder & CEO Alvara Reserch, pemateri pertama mengatakan Gen Z dan milenial di Indonesia sangat menentukan wajah Indonesia ke depan, termasuk dalam dunia politik.

Setidaknya ada 3 faktor yang memperkuat hal tersebut pertama dominasi gen Z dan milenial dalam struktur pemilih,kedua karakteristik gen Z dan milenial dalam berpolitik ketiga fenomena milenial dalam kontestasi politik di Indonesia.

Tantangan Demokrasi Indonesia yakni polarisasi publik yang tidak kunjung selesai, penduduk yang di dominasi anak muda, penetrasi internet semakin luas, literasi digital yang belum merata, industri “buzzer” yang semakin menggurita.Tutup Hasanuddin.

Pemateri kedua di sampaikan oleh Yuliandre Darwis dari KPI Pusat mengatakan Hillary representasi pemuda karena sebagai anggota DPR RI termuda.

Kominfo melalui Dirjen IKP membuat kominfo newsroom bagian dari upaya ketidakyakinan publik sebagai media.

Masyarakat bisa mengcross cek berita di kominfonewsroom, Anak muda harus berpolitik, dan ini era Politik digital anak muda, tutup Yuliandre.

Pemateri terakhir di sampaikan oleh
Alib Murniman selaku Tokoh Pemuda Kepri/Ketua DPW Garda Muda Nasdem Kepri, beliau sampaikan peran pemuda sebagai agen perubahan harus melek politik.
Sejarah di Indonesia di dominasi oleh anak anak muda.

Jika orang baik tidak terjun ke politik, maka orang jahat yang akan menguasai politik.Tutup Alib. Red/AW

Comment

News Feed