by

Dedi Iskandar Batubara Tegaskan Pentingnya Peran Ormas Islam Sebagai Pemersatu Bangsa

Zonalabour.com, Sumatera Utara – Salah satu ormas besar Islam di Indonesia, Al Jam’iyatul Washliyah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke XIII pada selasa (5/3/21). Menariknya, selain membahas mengenai isu-isu keagamaan dan keumatan, dalam musyawarah tahunan ini juga diisi dengan diskusi kebangsaan dengan menghadirkan anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara.

“Musda kita kali ini memang agak berbeda dengan musda-musda sebelumnya. Jika pada musda sebelumnya kita hanya membahas tentang isu-isu keagamaan dan keumatan, atau program-program organisasi, maka kali ini, kita manfaatkan juga untuk mendiskusikan tentang empat pilar kebangsaan. Yaitu pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Diskusi ini akan memarik karena di tengah-tengah kita saat ini ada Dr. Dedi Iskandar Batubara. Kader Al Washliyah yang mewakili kita di parlemen. Sebagai anggota parlemen, beliau pasti memahami dengan jernih tentang empat pilar kebangsaan tersebut,” terang ketua panitia Musda dalam sambutannya.

Saat diberi kesempatan untuk memaparkan materi empat pilar kebangsaan, Dedi Iskandar Batubara yang juga Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara, menegaskan bahwa sebagai Ormas Islam, Al Washliyah sejatinya sudah mempraktikkan konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan benar. Persis seperti yang diinginkan oleh para pendiri bangsa.

“Semangat yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah semangat persatuan. Semangat ika. Semangat bersatu. Dan, Al Washliyah sudah menjadi menjadi salah satu instruen pemersatu bangsa.

Pengurus ormas ini tersebar hampir di seluruh pelosok Nusantara. Mereka berbeda suku, adat, dan budaya. Tapi semuanya bersatu dalam semangat yang sama. Semangat keislaman dan kebangsaan,” jelas pria yang akrab disapa Abang tersebut.

Lebih lanjut Dedi meminta agar semua pengurus Al Washliyah di semua daerah menjadi motor sekaligus contoh pemersatu bangsa. “Salah satu tujuan didirikannya ormas Al Washliyah adalah untuk menghimpun dan menyatukan semua potensi anak bangsa agar bisa bersinergi dalam orkesra besar untuk meretas kemajuan.

Melupakan perbedaan primordial dan lebih mengedapankan kesamaan ideologi dan kebangsaan. Semangat ini harus kita rawat. Semua pengurus Al Washliyah di seluruh Nusantara, tidak hanya di Labuhan Batu, harus menjadi perekat umat dan pemersatu bangsa,” pintanya.

Dedi Isandarkar tidak tampil sendiri sebagai pemateri dalam sesi sosialisasi tersebut. Abdul Fatah Nasution salah satu kader senior Al Washliyah yang juga dosen Universitas Al Washliyah Labuhan Batu juga diminta untuk menjadi narasumber sebagai pembanding.
Senada dengan Dedi Iskandar, Abdul Fatah juga menekankan pentingnya peranan ormas dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semua ormas pada dasarnya dibentuk untuk menghimpun dan menyatukan orang-orang yang memiliki kesamaan visi dan cita-cita. Dalam skala yang lebih besar, ormas harus bisa menjadi pemersatu bangsa. Oleh karenanya, Al Washliyah selalu aktif dalam setiap forum-forum kebangsaan. Pasalnya, Al Washliyah memiliki kesamaan visi dengan ormas yang lain, bahkan dengan bangsa Indonesia. Yaitu untuk mencerdaskan masyakat,” paparnya.

Meskipun daam suasana Musda, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini tetap berlangsung kondusif selama lebih dari tiga jam. Panjangnya durasi waktu disebabkan oleh antusiasme peserta dalam mendiskusikan isu-isu krusial yang berkaitan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Comment

News Feed