by

Depok Siaga Bencana, Walikota Depok Ambil Langkah Taktis.

ZONALABOUR.COM, DEPOK-Pasca ditetapkannya pandemi virus corona (Covid-19) menjadi Bencana Nasional non-alam beberapa hari yang lalu, Walikota Depok K.H.Mohammad Idris ambil Langkah taktis pencegahan penyebaran Covid-19 dalam jumpa pers terkait Surat Edaran Walikota Nomor:443/133-Huk/Dinkes tentang Siaga Intensif CoronaVirus Disease(Covid-19), di Balaikota Depok Senin (16/03/20).

Muhammad Idris mengatakan dalam jumpa pers COVID-19 merupakan pandemi global yang saat ini melanda Indonesia, sejak diumumkan adanya kasus COVID-19 awal bulan ini, saya Walikota Depok telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan dan Perangkat Daerah terkait untuk mengambil langkah-langkah taktis dalam penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19.

Menurutnya Peningkatan penyebaran COVID-19 berdasarkan data secara nasional meningkat cukup tajam, Depok merupakan daerah terbuka dan berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dimana masyarakatnya bersifat commuter, sehingga diperlukan langkah kebijakan yang tepat dan ketat untuk menghambat penyebaran COVID-19 di Wilayah Kota Depok, dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Tercatat data COVID-19 di Depok per tanggal 15 Maret 2020 terdiri dari : Kasus Terkonfirmasi sebanyak 4 orang dan 1 orang telah dinyatakan sembuh, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang dan posisinya masih PDP, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 156 orang dan dinyatakan selesai 96 orang. Sebagai bentuk transparansi publik, data ini diupdate setiap hari pada Crisis Center COVID-19 Kota Depok dengan alamat ccc-19.depok.go.id”ujar Idris.

Libih jauh Idris mengungkapkan Pemerintah Kota Depok telah membentuk Tim Penanganan dan Pencegahan Virus Corona melalui Surat Keputusan(SK) Walikota Depok 21.29/122/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tanggal 02 Maret 2020 dan akan segera disempurnakan Menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Depok.

Nantinya, Tugas Tim tersebut adalah melakukan sosialisasi secara mobile, melakukan penyemprotan disinfektan pada area publik, melaksanakan penelusuran terhadap pihak yang dinyatakan Positif Covid-19 juga yang berkontak erat, melakukan pengawasan terhadap orang asing dan WNI yang akan berangkat dan pulang dari luar negeri.

Melalui Surat Edaran (SE) Wali kota Depok Senin teranggal(16/3/20), Diantaranya adalah meliburkan belajar di sekolah pada semua tingkatan dan mengganti dengan belajar di rumah selama 2 pekan,terhitung sejak Senin(16/3). menghentikan sementara kegiatan lomba-lomba dan study tour, menghentikan sementara kegiatan Posyandu dan Posbindu, meniadakan sementara Car Free Day, menutup sementara Alun-Alun, menunda pertandingan olah raga di stadion, menunda kegiatan kunjungan kerja.

“kepada seluruh warga masyakat Depok,untuk tetap tenang, produktif dan tidak panik dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran COVID-19 ini bisa kita hambat”. Jelas Idris. (D.Anggoro)

Comment

News Feed