by

Datangi Kantor Walikota Depok, Ormas Pejabat Tolak LGBT

ZONALABOUR.COM, DEPOK – Puluhan massa dari berbagai elemen turun ke jalan, mendatangi kantor walikota Depok, Jumat (31/12020).

Kedatangan ormas tersebut adalah dalam rangka unjuk rasa menolak keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di kota Depok.

Pengujuk rasa berorasi di kawal oleh personil dan aparat Satpol PP dan kepolisian Metro Depok.

Dalam kesemopatan aksi tersebut, pendemo mengatakan LGBT adalah bagian dari sebuah azab.

“Kita sudah sepakat bahwasanya warga Depok menolak keberadaan LGBT Karena apa? Karena membawa” azab “ke lingkungan kita.” ujar pengunjuk rasa.
 

Erik, koordinator aksi yang didampingi Tony dari LBH PEJABAT menyampaikan tuntutannya ke pemkot Depok yang diterima oleh tiga Dinas terkait,yakni Satpol PL, DPPMAK, dan Dinsos.

Linda Retnardyani Kepala Satpol PP melakukan penertiban terhadap LGBT berdasarkan hukum sesuai Perda.

“Kami melakukan hal ini ada dasar hukumnya sesuai dengan Perda No 16 tahun 2012. ada larangan asusiala yanag meliputi semuanya tidak hanya LGBT berbeda jenis atau siapapun yang melakaukan tidakan asusila tentu menjadi perhatian kamDatangi Kantor Walikota Depok,”ungkapnya.

Sambung tugas Satpol PP melakukan pengawasan, pembinaan terhadap para pelakunya ataupun tindaakan. Kita uapayakan untuk mencegah itu,kita komunikasikan terhadap para pengelola apartemen. tentu pengelola itu kita akan upayakan, karna keterlibatan masyrakat harus kita perkuat.

Ketua Ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (pejabat) Kota Depok ini mendukung perda kota Depok yang melarang LGBT karna dampaknya sangat kita rasakaan sekali.

Menurut Fathoni, dalam orasinya
menjelaskan, LGBT adalah sebuah penyakit dan penyimpangan sosial. Dia mengatakan LGBT tidak dibenarkan dalam Islam.

“Kita lihat pada zaman dulu kala, zaman Nabi Luth. Allah menenggelamkan (kaum) Sodom. Jangan sampai Kota Depok yang kita cintai ini menjadi korban, menjadi turunnya azab karena banyaknya kezaliman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tony mengungkapkan, warga Depok sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Fathoni pun tidak ingin warga Depok terkena azab.

Dia meminta Walikota Depok Mohammad Idris segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang LGBT.

Dari, puluhan pendemo yang melakukan aksi di Depan Kantor Walikota Depok. Massa membawa spanduk dan banner yang bertuliskan penolakan terhadap LGBT,

Dari aksi tersebut, massa terlihat menandatangani petisi yang terera Di spanduk besar. Polisi dan Satpol PP pun terlihat di sekitar lokasi berjaga jaga untuk melakukan pengamanan. (Anggi)

Comment

News Feed